Bioskop Jadi Dibuka 29 Juli? Ditentukan Hari Ini

Viral Cuitan Harga Masker Mulai Normal, Netizen Bahas Penimbun

Viral Cuitan Harga Masker Mulai Normal, Netizen Bahas Penimbun 

Kontak Perkasa Futures - Viral cuitan dr Ferdiriva Hamzah, seorang dokter mata yang membahas soal harga masker mulai turun kembali ke harga normal. Ia pun menunjukkan bukti di mana ia berhasil mendapatkan masker dengan harga terjangkau.

"Udah banyak masker sekarang dan gak mahal lagi. Ini cuma 9000-an isi 5 pcs. Kemaren sekotak isi 50 dijual 350 ribu.šŸ˜¤," tulisnya di akun Twitter @Ferdiriva.

Cuitan tersebut lantas mendapatkan respon luar biasa dari para netizen. Terhitung sudah ada 8 ribuan retweet dan 19,2 ribu like yang didapatkan tweet tersebut.

"Mamposs penimbun masker," tulis akun @masabodohah. "Suwokor kapokmu kapan penimbun masker sakit jiwa huahahahaha..... seneng aku baca twit kayak gini, menghibur," sahut @paramitasakti.

Baca Juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

Beberapa netizen juga memberi testimoninya karena berhasil mendapat masker harga normal. Begitu juga untuk hand sanitizer yang bisa dibilang bukan lagi barang langka. Lantaran kesal, ada juga sebagian warganet yang berkomentar soal penimbun masker.

"Untuk para penimbun masker, hand sanitizer, dan lainnya. Gimana udah kaya? Cukup buat 7 turunan? Bahagia udah jadi pebisnis jahat saat pandemi? Kayanya enggak," @andinapradipta ikut berkomentar.

Selain itu ada juga beberapa netizen yang menceritakan pengalaman orang terdekat atau yang mereka yang kenal mengalami kerugian karena menimbun masker. Bahkan kerugiannya disebut mencapai miliaran rupiah.

"Kemaren orang rumah sempet cerita, yg punya toko udh mulai ngitung2 rugi, sampe 11m katanya, ada temen2 yg udh nyetok Infrared termometer juga pada rugi, udah turun drastis harganya," salah satu bunyi tweet terkait itu.

Meski banyak yang berkomentar geram, ada juga yang menyarankan para penimbun masker segera mendonasikannya kepada yang membutuhkan seperti para petugas medis. Wah, jadi pelajaran deh di lain waktu jangan panic selling dan panic buying.