PP Tapera Berlaku, Siap-siap Gaji 'Menyusut'

ABG "Slenderman' Bunuh Bocah Karena Alami Kekerasan Seksual, Ini Kata Psikolog

ABG "Slenderman' Bunuh Bocah Karena Alami Kekerasan Seksual, Ini Kata Psikolog


Kontak Perkasa Futures - ABG perempuan berinisial NF (15) membunuh bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat, sebagai pelampiasan amarah atas kekerasan seksual dari orang terdekatnya hingga kini hamil 14 minggu. Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, angkat bicara mengenai kasus tersebut.

"Saya akan berangkat dari pernyataan Kemsos (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat), 'Dia (NF) luapkan kemarahan itu ke seorang bayi balita yang terdekat di lingkungan....'. Kalau itu penjelasannya, berarti terjadi displacement. Pemindahan sasaran affect, dari sasaran aktual ke sasaran pengganti," tutur Reza lewat pesan singkat, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Reza menilai mekanisme penggantian sasaran kemarahan kerap kali terjadi di beberapa kasus. Namun, ia tak menampik sejumlah kemungkinan faktor lain yang membuat NF membunuh seorang bocah.

"Walau penjelasan berupa mekanisme displacement semacam itu masuk akal, namun akan terkesan menjadi terlalu simplistis karena, misalnya mengesampingkan profil si anak sebagai orang yang acap menyiksa hewan. Justru itu salah satu penanda psikopati, di samping bermain api dan buruknya pengendalian buang air, begitu temuan klasik. Esensinya adalah pembangkangan terhadap ketenangan dan otoritas," lanjutnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan yang dilakukan NF pada Kamis (5/3) sore di rumahnya di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Korban yang merupakan teman dari adik pelaku tiba-tiba dipanggil oleh pelaku ke rumahya.

Korban kemudian diminta mengambil mainan di dalam bak mandi. Namun korban kemudian ditenggelamkan ke dalam bak mandi hingga tewas.

Setelah itu, NF kemudian mengangkat jenazah korban. Dia menyembunyikan jasad korban di dalam lemarinya.

Hingga akhirnya, pada Jumat (6/3), N menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari. Di sana, dia mengaku telah membunuh seorang anak dan menyimpan mayatnya di lemari.

Polsek Taman Sari kemudian berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar. Polisi lalu menggeledah rumah NF dan benar saja, ditemukan mayat korban di dalam lemari pakaian.

Dari proses penggeledahan ini, polisi menemukan sejumlah gambar kartun yang digambar oleh pelaku. Beberapa tokoh yang digambar dari Slenderman hingga gambar-gambar dan tulisan yang menggambarkan penyiksaan.

Pengakuan NF mengalami kekerasan seksual ini terungkap setelah ia menjalani serangkaian asesmen fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur. NF terungkap menjadi korban kekerasan seksual oleh 3 orang terdekatnya hingga kini hamil 14 minggu.

Saat ini NF pun sudah dirujuk ke Balai Anak 'Handayani' di Jakarta. Di Balai milik Kemensos tersebut, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.