Bioskop Jadi Dibuka 29 Juli? Ditentukan Hari Ini

Modal Asing Keluar Berjamaah Rp1,24 T pada Juni 2020

Modal Asing Keluar Berjamaah Rp1,24 T pada Juni 2020

Kontak Perkasa Futures - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aliran modal asing yang keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia mencapai Rp1,24 triliun pada 1-19 Juni 2020. Namun, kinerja bursa saham diklaim masih baik karena menguat dalam beberapa waktu terakhir.

"Outflow investor nonresiden sebesar Rp1,2 triliun, setelah sebelumnya di Mei 2020, aliran dana asing mengalir cukup deras," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (22/6).

Bersamaan dengan keluarnya modal asing di bursa saham, ia menyatakan minat penghimpunan dana dari korporasi di pasar modal juga turun. Penurunan, salah satunya tercermin dari Penawaran Umum Terbatas (PUT).

Tercatat, jumlah penawaran hanya dari empat emiten dengan nilai Rp4,41 triliun per 16 Juni 2020. Sementara jumlah penawaran pada 16 Juni 2019 mencapai Rp22,58 triliun dari delapan emiten.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

"Minat korporasi untuk menghimpun dana lewat penawaran umum di pasar modal dapat disampaikan terpantau turun, ini memang karena sektor riilnya belum bergerak sehingga ini raising fund lewat pasar modal masih belum ada tanda-tanda untuk recover," jelasnya.

Kendati begitu, Wimboh mengklaim kinerja pasar modal Indonesia masih cukup baik. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 3,97 persen pada Juni 2020.

"Indeks ditutup pada level 4.942,28. Indeks pernah menyentuh beberapa kali 5.000. Mudah-mudahan ketika sudah 5.000 bisa menguat lebih cepat lagi," katanya.

Selain itu, investor asing masih tertarik masuk ke aset keuangan Indonesia melalui Surat Berharga Negara (SBN). Tercatat, capital inflow di SBN mencapai Rp2,14 triliun pada Juni 2020.

"Pasar SBN mulai menguat dengan yield SBN pada Juni turun 19 basis poin secara bulanan dan secara tahun berjalan naik 9,6 bps," tuturnya.

Seperti diketahui, IHSG sempat anjlok ke kisaran 3.900 pada beberapa bulan lalu akibat tekanan sentimen pandemi virus corona atau covid-19. Wabah corona di Indonesia membuat investor asing banyak melepas kepemilikan asetnya dari pasar keuangan Indonesia.