Digitalisasi Masalah Hukum dan Gaji Bantu UMKM Naik Kelas

Update Banjir Bandang di Masamba Luwu Utara: 15 Meninggal, 34 Masih Hilang

Update Banjir Bandang di Masamba Luwu Utara: 15 Meninggal, 34 Masih Hilang



PT KP Press - Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7) lalu. Hingga saat ini 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 lainnya masih dalam pencarian.

"Laporan sementara hingga saat ini 15 orang meninggal dunia. Memang ada laporan temuan (jenazah lagi), semalam itu kami dapat ada jenazah yang ditemukan di Kecamatan Malangke, itu ada 1, kemudian ada di daerah Radda juga 2, jadi itu ada penambahan lagi semalam, tapi kami coba validasi kembali," ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani kepada detikcom, Rabu (15/7/2020).

Terkait orang hilang akibat banjir bandang, Indah mengungkapkan, awalnya pihaknya menerima 56 orang hilang. Namun setelah ada warga yang melaporkan kembali, sehingga saat ini laporan korban hilang berjumlah 34 orang.

"Sampai semalam informasi ke kami itu tinggal 34 (laporan korban hilang), sebelumnya kan 56 orang (dilaporkan hilang), nah ini sudah ada ditemukan," kata Indah.

Laporan ditemukannya orang hilang itu sebagian besar masih berasal dari warga yang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Pemkab Luwu Utara juga masih mendata ulang laporan orang hilang dari Kota Masamba.

"Kalau di Masamba belum kami update lagi, karena belum ada lagi yang melaporkan keluarganya yang hilang. Kalau total data orang hilang seluruhnya, kemarin 56, setelah kami data ulang tinggal 34 orang," tuturnya.

Dari 4.930 keluarga yang terdampak banjir bandang, sebagian besar saat ini masih mengungsi di beberapa titik.

Baca Juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

"Kalau untuk (korban banjir bandang) Radda itu pengungsi terpusat di jalan masuk TPA Meli, ada 2 desa di situ yang menjadi tempat pengungsian, jadi kita agak terbantu kalau di sana," imbuhnya.

"Nah yang di Ibu Kota Masamba ini pengungsi terpencar, karena memang kan ada 2 kelurahan yang kebetulan dipisah oleh sungai, jadi mereka terpencar itu. Nah kami berharap, kami melalui media sosial itu sudah kami sampaikan nomor kontak Satgap Pusdalops, supaya mereka yang tidak terjangkau bantuan logistik atau apapun itu mereka bisa menelfon ke nomor kontak itu untuk kemudian dapat segera dijangkau," jelasnya.

BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (15/7) lalu. Mereka berasa dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

"Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).