Harga Minyak Kembali Tertekan Peningkatan Kasus Covid-19

Fakta Indonesia Jadi Top 10 'Tukang Ngutang' versi Bank Dunia

 Fakta Indonesia Jadi Top 10 'Tukang Ngutang' versi Bank Dunia

  

 
Kontak Perkasa Futures - Indonesia masuk ke dalam daftar 10 besar negara berpendapatan rendah dan menengah dengan utang luar negeri (ULN) terbesar.

Mengutip laporan Bank Dunia  (World Bank) bertajuk International Debt Statistics 2021, Selasa (13/10), Indonesia menempati peringkat ke-6 negara berpendapatan rendah menengah dengan utang jumbo.

Selain Indonesia, negara berpendapatan rendah dan menengah lainnya yang masuk dalam 10 besar dengan utang luar negeri terbanyak adalah Argentina, Brasil, India, Meksiko, Afria Selatan, Thailand, Turki, dan Rusia.

Data ini tanpa memasukkan China yang juga tercatat memiliki utang luar negeri cukup besar.

Secara total, utang luar negeri dari negara-negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai US$8,1 triliun pada 2019. Angka tersebut naik 5,4 persen dari posisi 2018.

Mayoritas utang luar negeri ini bersifat jangka panjang, yakni mencapai US$6 triliun atau 73 persen dari total utang luar negeri negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Bank Dunia juga mencatat posisi utang luar negeri dari negara berpendapatan rendah dan menengah naik 7 persen dibandingkan 2018. Sementara, utang luar negeri jangka pendek hanya naik 1,5 persen menjadi US$2,2 triliun pada 2019.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Lebih lanjut, Bank Dunia mencatat China menyumbang 26 persen dari total utang luar negeri negara-negara berpendapatan rendah dan menengah pada 2019. Jumlah utangnya naik 8 persen pada 2019.

Kenaikan utang luar negeri China didorong oleh utang jangka panjang yang meningkat 22 persen menjadi US$909 miliar pada 2019. Sebaliknya, utang luar negeri China yang bersifat jangka pendek turun 1 persen menjadi US$14 miliar pada tahun lalu.

Utang luar negeri Indonesia sendiri, berdasarkan laporan tersebut, selalu meningkat dari tahun ke tahun yakni sebesar US$179,4 miliar pada 2009.

Kemudian, sebesar US$307,74 miliar pada 2015, US$318,94 miliar pada 2016, US$353,56 miliar pada 2016, sebesar US$379,58 miliar pada 2018 dan sebesar US$402,08 miliar pada 2019.

Mayoritas utang itu juga bersifat jangka panjang. Misalnya, utang luar negeri jangka panjang Indonesia pada 2019 sebesar US$354,54 miliar, sedangkan jangka pendek sebesar US$44,79 miliar.