AS Rilis Vaksinasi Desember, Rupiah Menguat ke Rp14.165

Danareksa Proyeksi Ekonomi Kuartal IV 2020 Minus 0,39 Persen

 Danareksa Proyeksi Ekonomi Kuartal IV 2020 Minus 0,39 Persen

PT KP Press - Danareksa Research Institute (DRI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi domestik minus 0,39 persen pada kuartal IV 2020. Angka itu membaik dibandingkan realisasi pada kuartal ketiga lalu yang minus 3,49 persen.

Mengutip riset DRI, Rabu (11/11), ekonomi telah membaik pada kuartal III 2020, meski masih di level minus. Kontraksi ekonomi pada kuartal II 2020 jauh lebih dalam, yakni minus 5,32 persen.

Ia memprediksi perbaikan ekonomi berlanjut hingga akhir tahun ini. Salah satu penopang ekonomi pada kuartal III 2020 lalu adalah belanja pemerintah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi pemerintah naik 9,76 persen. Angkanya membaik dibandingkan dengan kuartal II 2020 yang minus 6,9 persen dan kuartal III 2019 yang hanya tumbuh 0,98 persen.

Sementara, komponen lainnya tercatat masih minus. Rinciannya, konsumsi rumah tangga minus 4,04 persen, investasi minus 6,48 persen, ekspor minus 10,82 persen, konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) minus 2,12 persen, dan impor minus 21,86 persen.

Dari sisi sektor usaha, 7 dari 10 sektor terlihat sudah mulai pulih pada kuartal III 2020.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Tercatat, sektor pertanian tumbuh 2,14 persen, infokom tumbuh 10,59 persen, administrasi pemerintahan tumbuh 1,8 persen, jasa pendidikan tumbuh 2,41 persen, real estate tumbuh 1,97 persen, jasa kesehatan tumbuh 15,38 persen, dan pengadaan air tumbuh 7,81 persen.

Kemudian, 10 sektor lainnya masih terkontraksi. Rinciannya, sektor pengadaan listrik dan gas minus 2,28 persen, jasa perusahaan minus 7,56 persen, jasa lainnya minus 5,52 persen, akomodasi dan makan minum (mamin) minus 11,88 persen.

Kemudian, transportasi dan pergudangan minus 16,73 persen, jasa keuangan minus 0,99 persen, pertambangan minus 4,29 persen, konstruksi minus 4,51 persen, perdagangan minus 5,02 persen, dan industri pengolahan minus 4,31 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 berada di kisaran minus 1,6 persen hingga 0,6. Artinya, ekonomi domestik diproyeksi kian membaik pada akhir tahun dan keluar dari resesi ekonomi.