Dua Bocah WNI Berhasil Diselamatkan dari Suriah




















Kontak Perkasa - Di tengah konflik yang terus berkecamuk di Suriah, dua anak warga negara Indonesia berhasil diselamatkan dan akhirnya dipulangkan pada Rabu (30/11).

Mohammad Hilman dan Muhanad Touja selama ini belum pernah menginjakkan kakinya di Indonesia. Mereka berdua lahir di Suriah, negara yang didera perang sipil sejak 2012.

Riwayat Mohammad dan Muhanad bisa tertoreh di sana karena ibu mereka bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Suriah, jauh sebelum konflik pecah.

Ibu dari Mohammad Hilman, Nani Nuraeni binti Sail, berangkat dari kampung halamannya di Majalengka, Jawa Barat, untuk mengadu nasib menjadi TKI di Suriah pada Desember 2008.

Kehidupan di Suriah ternyata tak semudah yang dibayangkan, sampai-sampai ia kabur dari tempat tinggal majikannya pada Juni 2009.

Ia kemudian ditampung oleh seorang warga negara Suriah, Samer al-Bawab, yang berjanji akan mengantarnya ke KBRI Damaskus.

"Bulan berganti bulan, Nani malah bekerja di kantor agen TKW ilegal Samer al-Bawab," tulis KBRI Damaskus dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Hingga akhirnya pada 1 Mei 2013, Nani melahirkan seorang anak hasil hubungannya dengan anak lelaki tertua Samer, Adnan al-Bawab.

"Samer menjadikan bayi Mohammad Hilman sebagai sandera agar Nani mau dipekerjakan ke rumah-rumah orang secara bulanan di bawah pengawasan Samer. Samer mengancam jika Nani tidak menurut padanya, maka bayinya tidak akan selamat," tulis KBRI Damaskus.

Demi anaknya, Nani rela dipekerjakan di banyak tempat. Ia bahkan rela gajinya tiap bulan dipotong oleh Samer.

Setelah berhasil melacak keberadaan Nani, KBRI Damaskus langsung mengupayakan proses hukum bagi Samer. Mereka pun berhasil memenjarakan Samer dan komplotan agen TKW ilegalnya.

Namun, Nani dan Mohammad juga tak luput dari proses peradilan Suriah. Pasalnya, mereka tak memiliki paspor dan izin tinggal.

Meskipun demikian, KBRI Damaskus akhirnya berhasil mengeluarkan kedua WNI itu dari pusat penahanan imigrasi ke shelter KBRI Damaskus.

"Selama tinggal di shelter KBRI, Mohammad Hilman kerap menanyakan Samir dan istrinya yang dikenalnya sebagai orang tuanya, sedangkan Nani hanyalah pembantu Samer," tulis KBRI Damaskus.

 
Kisah serupa juga dialami oleh ibu dari Muhanad, Sri Budi Setyowati Sudardi, yang berangkat dari Makassar ke Suriah untuk mengadu nasib sebagai TKI pada April 2003.

Menurut penuturan Sri kepada Kedutaan Besar RI di Damaskus, ia berangkat dengan paspor palsu yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

"Nama asli Sri Budi adalah Suwi Daeng Bau asal Makassar, tetapi dibuatkan paspor di Jakarta Barat dengan nama Sri Budi Setyowati Sudardi asal Surabaya," tulis KBRI Damaskus.

Ia pun berhasil lolos masuk ke Suriah dan bekerja di Aleppo. Setelah tujuh tahun bekerja, pada 2010 Sri Budi alias Suwi berkenalan dan menikah dengan sopir taksi setempat bernama Muhammad Khoyawi.

Saat konflik di Suriah mulai panas, Muhanad lahir ke dunia pada 18 Oktober 2012. Bertahun-tahun setelahnya, keluarga kecil ini hidup terkepung di Aleppo, di mana pemberontak dan pasukan pemerintah yang belakangan dibantu koalisi udara Rusia, terus berseteru.

Ketika konflik memuncak pada Agustus lalu, tim KBRI Damaskus berusaha keras untuk mengeluarkan keluarga kecil ini dari Aleppo.

"Setelah menunggu jalanan ke Damaskus aman dilalui, pada Agustus 2016, Sri Budi alias Suwi beserta anaknya Muhanad Touja dibawa ke shelter Damaskus," tulis KBRI Damaskus.

Namun, Suwi tak lantas dapat hidup tenang. Ia masih harus menjalani beberapa persidangan untuk mengurus masalah keimigrasiaannya. Didampingi tim KBRI Damaskus, Suwi dan Muhanad akhirnya berhasil dipulangkan.

Pejabat Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Damaskus, AM Sidqi, mengatakan bahwa Nani dan Suwi hanya merupakan sebagian kecil dari puluhan ribu TKI bermasalah yang ditangani oleh pihaknya.

Sepanjang 2016, KBRI Damaskus sendiri sudah memulangkan 88 TKI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara itu, KBRI Damaskus juga masih terus melakukan upaya repatriasi yang sudah dilakukan sejak 2012 silam, ketika konflik di Suriah mulai berkecamuk. Hingga saat ini, KBRI Damaskus sudah merepatriasi 12.563 WNI dari Suriah.( cnnindonesia.com )