Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa RI Tinggal US$137,1 M

Rupiah Tembus Rp14.307 Gara-gara Kenaikan Yield Obligasi AS

 Rupiah Tembus Rp14.307 Gara-gara Kenaikan Yield Obligasi AS


PT Kontak Perkasa - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.307 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (5/3) pagi. Mata uang Garuda melemah 0,29 persen jika dibandingkan perdagangan Kamis (4/3) sore di level Rp14.266 per dolar AS.

Pagi ini, rupiah kompak melemah bersama mayoritas mata uang di kawasan Asia. Kondisi ini ditunjukkan oleh dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, dolar Taiwan turun 0,18 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,57 persen.

Selanjutnya, peso Filipina berkurang 0,03 persen, rupee India melemah 0,16 persen, yuan China turun 0,07 persen, ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, dan bath Thailand turun 0,04 persen. Hanya, yen Jepang yang berhasil menguat 0,09 persen terhadap dolar AS.

Senada, mata uang di negara maju kompak melemah terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,08 persen, dolar Australia melemah 0,28 persen, dolar Kanada berkurang 0,28 persen, dan franc Swiss turun 0,01 persen.

Direktur PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan sentimen pasar terhadap rupiah memburuk akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS atau US treasury.

Yield US treasury AS tenor 10 tahun kemarin naik 5,54 basis poin menjadi 1,47 persen, bahkan sebelumnya sempat menyentuh level 1,49 persen.

"Posisi yield ini masih berada di level tertinggi sejak Februari 2020, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Selain membuat sentimen pasar memburuk, kenaikan yield tersebut juga berisiko memicu capital outflow (aliran modal keluar) dari pasar obligasi Indonesia.

Sebab, selisih yield dengan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit sehingga pasar cenderung menarik dananya dari SBN Indonesia.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

"Oleh karena itu, kenaikan yield treasury memberikan tekanan bagi rupiah, dari sentimen pelaku pasar yang memburuk dan risiko terjadinya capital outflow di pasar obligasi," ucapnya.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp14.200 sampai Rp14.320 per dolar AS hari ini.