Bangun Pendekatan dengan China, Sejumlah Pejabat Tinggi AS ke Asia

Infeksi COVID-19 Melonjak, Korsel di Ambang 'Lockdown' Besar-Besaran

Infeksi COVID-19 Melonjak, Korsel di Ambang 'Lockdown' Besar-Besaran


 

PT Kontak Perkasa Futures - Ibu Kota Korea Selatan di ambang lockdown yang mungkin paling ketat pernah diberlakukannya, setelah negara itu mencatat lonjakan harian terbesar kasus virus corona.

Para pejabat hari Kamis (8/7) melaporkan 1.275 kasus infeksi baru, sebagian besar ditemukan di Seoul, di mana lebih dari separuh warga Korea Selatan bermukim.

Ini adalah jumlah kasus terkonfirmasi harian terbanyak di Korea Selatan sejak pandemi merebak.

Seoul mungkin dalam waktu dekat memberlakukan restriksi paling ketat di bawah sistem social distancing empat tingkat, kata Sohn Young-rae, pejabat senior di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, yang dikutip kantor berita Yonhap.

Restriksi level 4 dapat mencakup langkah-langkah ketat, seperti larangan pertemuan pribadi lebih dari dua orang setelah pukul 6 malam.

Ini akan menjadi lockdown ketat pertama bagi Seoul, di mana kehidupan sebagian besar berlangsung seperti biasa selama satu setengah tahun ini jika dibandingkan dengan di banyak tempat lain di dunia.

Korea Selatan mendapat pujian internasional atas upaya penanggulangan awalnya terhadap virus, berkat tes COVID-19 yang efisien dan tersedia luas serta pelacakan kontaknya yang intens.

Namun, negara itu tertinggal dari sebagian besar negara maju dalam mendapatkan vaksin, yang artinya negara itu terpaku dalam keadaan tidak dibuka atau ditutup sepenuhnya.

Selama beberapa pekan ini, restoran, kafe dan taman-taman luar ruang di sepanjang Sungai Han di Seoul telah ramai daripada biasanya, karena pemerintah bersiap untuk melonggarkan tindakan menjaga jarak.

Banyak yang kini mengatakan bahwa pesan itu terlalu dini, menyebabkan apa yang disebut para pejabat kesehatan sebagai gelombang keempat virus.

"Pemerintah mengirim sinyal mengenai pelonggaran aturan jarak sosial, dan masyarakat menjadi kurang waspada," kata Dr. Jung Jae-hun, dokter dan dosen di Fakultas Kedokteran di Gachon University di luar kota Seoul.

Para pejabat kesehatan mereka terutama khawatir karena virus itu menyebar di antara mereka yang berusia 20-an dan 30-an, yang kebanyakan belum memenuhi syarat untuk divaksinasi. Ada juga semakin banyak kasus varian Delta yang sangat mudah menular.

Sumber : VOA

 

Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT Kontak Perkasa Futures