Kontak Perkasa | Hari Pertama Cuti Bersama Lebaran, Lalu Lintas Jakarta Lancar

Selundupkan Minyak, Pendapatan ISIS Capai US$ 2 Miliar

PT Kontak Perkasa

Kontak Perkasa - Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan organisasi teroris dengan pendapatan terbesar yakni mencapai US$2 miliar per tahun melalui penyelundupan minyak.

Hal itu dipaparkan dalam laporan terbaru Global Terrorism Index 2016 oleh Insitute for Economics and Peace (IEP). Laporan itu menyatakan ISIS atau ISIL, memperoleh pendapatan tahunan sekitar US$2 miliar terutama dari penyelundupan minyak.

Selain itu, ada pula dari perpajakan, penjualan barang antik, donasi eksternal maupun dari penyelundupan obat. Dalam persentase, sumber dana itu memberikan kontribusi masing-masing adalah minyak (50 persen); perpajakan (30 persen); barang antik (10 persen); donasi eksternal (5 persen); dan obat (5 persen).

ISIS merupakan organisasi yang berbasis di Irak dan Suriah. Pada Februari 2014, Al Qaida memutuskan hubungannya dengan ISIS karena dianggap tak mematuhi perintah untuk membunuh lebih sedikit warga sipil. Organisasi itu dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi.

“Penyelundupan minyak menghasilkan rerata US$1,3 juta per hari. Departemen Keuangan AS menyebutkan bisnis itu menghasilkan keuntungan bersih lebih dari US$500 juta pada 2015,” demikian laporan tersebut, yang dikutip CNNIndonesia.com, Minggu (18/12).

Laporan itu menyebutkan ISIS menjadi organisasi dengan pendapatan terbesar dibandingkan dengan tiga organisasi teroris lainnya. Ini macam Boko Haram (US$25 juta); Taliban (US$400 juta);dan Al Qaida (US$150 juta).

Tambang dan Perampokan

IEP menyatakan pembiayaan organisasi itu dilakukan dengan pelbagai cara. Ini terdiri dari Boko Haram (perampokan bank, tambang ilegal, donasi eksternal dan obat-obatan); Taliban (penyelundupan heroin); dan Al Qaida (organisasi kejahatan, donasi eksternal dan penculikan).

Sebagai organisasi terbesar, laporan itu menyatakan terdapat peningkatan jumlah grup yang menyatakan berafiliasi dengan ISIS hingga 2015 yakni mencapai 28 negara. Pada 2014, hanya ada 13 negara saja yang menyatakan berafiliasi dengan ISIS.

“Ada sekitar 609 pengeboman oleh ISIS pada 2015 dan lebih mematikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” demikian laporan tersebut. “Ini adalah tren yang dilihat oleh grup-grup lainnya pula."