IHSG Bakal Tertahan di Teritori Negatif Jelang Pidato Trump


Kontak Perkasa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (28/2), imbas dari sikap pelaku pasar yang menunggu (wait and see) menjelang pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menyatakan, pelaku pasar cenderung menunggu kepastian janji Trump terkait reformasi pajak dan jumlah belanja infrastruktur AS. Rencananya, Trump akan pidato di depan kongres AS pada 28 Februari waktu setempat.

"Pelaku pasar wait and see, hampir semua pelaku pasar di global seperti itu," terang Lanjar kepada CNNIndonesia.com, dikutip Selasa (28/2).

Selain itu, minimnya sentimen dalam negeri juga menambah beban bagi pergerakan pasar. Namun, ia melihat ini sebagai suatu hal yang wajar karena secara historis pelaku pasar selalu bersikap wait and see pada akhir bulan.

"Biasanya mereka (pelaku pasar) cenderung berhati-hati, atau malah lebih ke arah untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking)," ungkap Lanjar.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin terkoreksi 3,03 poin (0,05 persen) ke level 5.382 setelah bergerak di antara 5.368-5.393. Lanjar menjelaskan, pelemahan ini tak terlepas dari pergerakan bursa global yang juga terbilang tidak cukup baik.

Sejak awal perdagangan kemarin, IHSG bergerak cukup tertekan terutama karena aksi jual pelaku pasar pada saham sektor properti di sesi pertama. Investor domestik pun kembali tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp199,05 miliar.

"Sementara sektor pertanian menahan aksi jual dengan menguat 1,21 persen pada sesi kedua, minimnya sentimen diakhir bulan dan pelemahan bursa global menjadi alasan investor pada perdagangan hari ini," papar Lanjar.

Dengan demikian, ia memprediksi IHSG kembali melemah dengan rentang support 5.330 dan resisten 5.400. Dengan sikap pelaku pasar yang wait and see, maka bursa saham dalam negeri akan sepi dari transaksi aksi beli.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai IHSG sedang berusaha untuk melepaskan diri dari rentang konsolidasi jangka pendeknya.

Namun, IHSG masih rentan terkoreksi akibat masih rendahnya aliran dana asing yang masuk (capital inflow). Ia memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.336 dan resisten 5.423. CNNIndonesia.com