Jutaan Cahaya dalam Festival 'Nabana No Sato'


Jakarta, CNN Indonesia -- Ada kehangatan di tengah musim dingin di Jepang. Walau musim liburan telah berlalu, namun kota-kota di Negeri Sakura itu memancarkan sinar dari Festival Cahaya yang digelar setiap tahunnya.

Salah satu festival yang digelar terbesar di sana ialah Nabana No Sato, yang berlokasi di Nagashima Resort, Kota Kuwana, Prefektur Mie. 

Di sana, sebanyak 8 juta lampu LED ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan keindahan cahaya yang mengesankan.

Keindahan jutaan lampu dalam Nabana No Sato membuat festival ini mendapat julukan 'Winter Illumination'.

Juru bicara Nagashima Resort, Yasuyo Otani, seperti dilansir CNN pada Selasa (8/2) mengatakan kalau festival di kawasannya disiapkan selama empat bulan oleh ribuan pekerja.

Mereka membangun tiang pancang sampai model bentuk lampu yang akan dipamerkan.

Tahun ini, festival itu mengusung tema “Keindahan Alam Raya”.

Nabana No Sato digelar dalam area seluas 26.400 meter persegi, merupakan area Festival Cahaya terluas yang ada di Jepang.

Jutaan orang mendatangi festival ini untuk menikmati pajangan jutaan lampu yang berkelap-kelip cantik.

“Kami mewujudkan pemandangan dari lima negara dalam festival pada tahun ini,” kata Otani.

Monument Valley di Amerika Serikat, Antartika, Plitvice Lakes National Park di Kroasia, dan pemadangan persawahan Jepang merupakan pemandangan yang bisa dinikmati dalam kilauan cahaya yang sudah disusun sedemikian rupa.

Nabana No Sato berlangsung sama 7 Mei mendatang.

Pemandangan yang paling romantis ialah terowongan sepanjang 100 meter yang dihiasi lampu berwarna-warni sekaligus efek visual seperti dedaunan yang jatuh.

“Dalam terowongan ini, pengunjung seakan menikmati musim gugur atau yang disebut momiji di Jepang,” ujar Otani.

Otani menargetkan sebanyak 2 juta pengunjung akan datang pada tahun ini. Meski sebagian besar berasal dari Jepang, namun jumlah wisatawan mancanegara yang datang juga semakin meningkat setiap tahunnya. Cnnindonesia.com