Ketegangan Iran - AS Bikin Harga Minyak Melemah


Kontak Perkasa- Harga minyak dunia ditutup melemah pada hari Kamis (2/2) waktu Amerika Serikat (AS) seiring kecemasan pelaku pasar akan ketegangan antara Iran dan AS.

Dikutip dari Reuters, Presiden AS Donald J. Trump melalui akun Twitter resminya mengatakan, Iran menjadi perhatian AS setelah negara itu melakukan ujicoba misil balistik.

Padahal, harga minyak sempat menanjak ke posisi tertingginya pada perdagangan pagi hari seiring ujicoba misil bisa membawa konfrontasi di kawasan teluk Arab. Hal itu disinyalir bisa berisiko pada pengurangan suplai minyak mentah.

Hasilnya, harga Brent berjangka menurun US$0,24 per barel ke angka US$56,56 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,34 per barel ke angka US$53,54 per barel.

Kenaikan harga minyak di awal tahun ini disebabkan oleh rencana organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) setuju untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel minyak per hari demi memperbaiki harga yang terperosok sejak 2014.

Tercatat, OPEC hanya menghalangi konsumen Asia atas minyak yang mereka hasilkan, dan mengurangi pengiriman ke Eropa dan Amerika.

Namun, tingginya harga minyak memotivasi perusahaan minyak di AS untuk mengebor sumur lebih banyak. Menurut data Energy Information Administration (EIA) AS, persediaan minyak AS meningkat 6,5 juta barel ke angka 494,76 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih besar dibanding ekspektasi sebelumnya 3,3 juta barel. CNNindonesia.com