Kontak Perkasa | Pembobolan Apple-Paypal, Pemilik Kartu Jangan Asal Transaksi

Pembobolan Apple-Paypal, Pemilik Kartu Jangan Asal Transaksi 

Kontak Perkasa - Kejahatan cyber kembali marak terjadi di Indonesia. Belum selesai masalah skimming ATM, belum lama ini polisi kembali menangkap tersangka pembobolan kartu kredit.

Tersangka berbelanja dari gratis di luar negeri hingga meraih untung sebesar Rp500 juta. Pelaku pembobol ini mencuri data kartu kredit milik orang lain dengan membobol akun Apple dan Paypal.

Tersangka mengungkapkan mereka menggunakan metode spamming dan carding. Menurut pengamat keamanan siber, Alfons Tanuwijaya, pembobol kemungkinan besar menggunakan teknik phising dan keylogger untuk mendapatkan data kartu kredit korban. Sehingga pengguna harus memperhatikan ketika melakukan transaksi pembayaran.

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

"Kelemahan harusnya bukan di pihak Apple atau Paypal," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/3).

Alfons menjelaskan kronologi kemungkinan pembobolan terjadi. Pengguna yang menggunakan metode spamming, mengirimkan email broadcast ke banyak pengguna.

Dalam email tersebut terdapat tautan atau link yang mengarahkan ke situs phising. Pembobol bisa beraksi dengan berpura-pura sebagai admin Apple dan Paypal.

"Dia meminta korban untuk mengganti password ke situs phising," tambahnya.

Sementara, metode carding yang sempat disinggung pelaku adalah aktivitas menyalahgunakan data kartu kredit orang lain dan menggunakan untuk transaksi.

Biasanya data carding didapat secara offline misalnya ketika ada yg bayar restoran atau hotel datanya dicuri.

Alfons menjelaskan praktek ini sudah marak sejak dahulu. Pencarian data waktu digesek ke restoran atau toko atau hotel sulit dicegah.

Baca juga : Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018