Kontak Perkasa | 70% Wilayahnya Lautan, Kok Indonesia Masih Impor Ikan?

Kontak Perkasa | Registrasi Kartu SIM Dinilai Dorong Perbaikan Industri Telekomunikasi

Registrasi Kartu SIM Dinilai Dorong Perbaikan Industri Telekomunikasi

Kontak Perkasa - Registrasi kartu SIM diharapkan akan membuat industri telekomunikasi membaik. Ke depan, industri telekomunikasi di Indonesia harus ditunjang oleh top up pulsa, bukan lagi jual beli kartu perdana.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Garuda Sugardo, seperti dikutip dari Kontan.co.id.

"Operator yang selama ini dihidupi oleh penjual SIM card, bertanggungjawab secara moral memikirkan masalah ini," kata Garuda.

Seperti diketahui, mulai 1 April sampai 30 April mendatang merupakan masa blokir kedua dimana pelanggan yang belum melakukan registrasi tak bisa menerima SMS dan telepon. Mereka hanya bisa memakai jaringan internet.

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Operator juga memandang registrasi kartu SIM akan menyehatkan industri. Operator sendiri memanfaatkan masa blokir kedua ini dengan gencar melakukan sosialisasi agar pelanggan dalam melakukan registrasi harus sesuai dengan data kependudukan yang dimiliki.

Misalnya dilakukan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XL Axiata Tbk, serta PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo).

"Program ini dalam jangka panjang akan menjadikan industri telekomunikasi lebih sehat dan pada akhirnya akan menguntungkan pelanggan dan masyarakat luas,” terang Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati, Selasa (3/4/2018).

Telkomsel menggunakan sistem jemput bola untuk registrasi kartu SIM ini. Misal dengan melakukan sosialisasi dan kunjungan ke pelanggan ke pemukiman, pasar tradisional, institusi pendidikan, perkantoran hingga kawasan industri. Lalu dengan menggandeng pengusaha, pengurus sekolah, kampus dan pemerintah daerah.

XL Axiata memilih melakukan sosialisasi registrasi melalui melalui pesan SMS dan penyisipan pesan mengenai registrasi prabayar di setiap program kegiatan.

"Jumlah pelanggan kami yang melakukan registrasi sudah 45 juta," terang Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication XL Axiata, Senin (2/4/2018).

Indosat Ooredoo melakukan sosialisasi dan reminder ke pelanggan, melalui digital channel, SMS dan gerai. "Jumlah pelanggan (teregistrasi) sedang konsolidasi. Mungkin bisa cek ke Kemenkominfo," terang Group Head Corporate Communication Indosat Deva Rachman.

Baca juga : 2018, Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka
ARPU

Head of Research PT Bahana Sekuritas Andri Ngaserin menilai registrasi prabayar yang dilakukan oleh pemerintah dapat membuat industri telekomunikasi menjadi lebih sehat.

Sebab dengan registrasi prabayar ini efektif meminimalkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap melakukan gonta-ganti kartu prabayarnya.

Saat ini average revenue per user (ARPU) industri telekomunikasi di Indonesia terbilang rendah dan tidak sehat, bahkan terendah kedua setelah India.

Idealnya ARPU industri telekomunikasi di Indonesia di atas Rp 40.000. Dengan ARPU yang ideal perusahan telekomunikasi memiliki kemampuan untuk menggembangkan layanan dan mempertahankan kualitas jaringan.

Berdasarkan laporan keuangan tiga operator tersebut, ARPU mereka menurun pada 2017. Telkomsel misalnya mencatatkan ARPU Rp 43.000 di 2017, turun dari Rp 45.000 di 2016.

Baca juga : KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018

ARPU Indosat Ooredoo mencapai Rp 20.300 di tahun lalu, turun dari Rp 25.200 di 2016. Sedangkan XL Axiata mencetak ARPU di 2017 sebesar Rp 34.000, turun dari Rp 35.000 di 2016.