Kontak Perkasa | Pakai GPN, Data Nasabah Tidak 'Jalan-jalan' Lagi ke Luar Negeri

Kontak Perkasa | Balada Guru Honorer, Nasib di Tangan Kepala Sekolah

Balada Guru Honorer, Nasib di Tangan Kepala Sekolah

Kontak Perkasa - Masih banyak guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak hingga saat ini. Mereka masih mendapatkan penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR), mereka termasuk bagian dari pengajar profesional.

Lantas, bagaimana sebenarnya aturan tentang guru honorer itu sendiri?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan sejatinya guru honorer merupakan profesi yang tidak terkait atau terikat dengan instansi mana pun. Berdasarkan peraturan yang berlaku, kata Muhadjir, guru honorer seharusnya sudah tidak boleh ada dalam sekolah.

"Guru honorer itu sebetulnya sudah tidak ada, karena memang menurut peraturan tidak boleh ada lagi dari rekrutmen guru honorer," kata Muhadjir kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Baca juga : KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018

Namun, seiring berjalannya waktu tenaga pengajar masih terus dibutuhkan untuk mengisi kekosongan dari guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Terlebih dengan adanya moratorium pengangkatan PNS dari pemerintah beberapa waktu lalu.

"Kemudian ada moratorium PNS termasuk guru, akibatnya guru-guru yang pensiun tidak ada penggantinya," jelas dia.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, maka pihak sekolah mau tak mau harus mencari tenaga pengajar baru yang dapat diperbantukan. Dari sana lah guru honorer kemudian bisa masuk dan membantu mengajar.

Oleh sebab itu, guru honorer merupakan tanggungjawab dari pihak sekolah yang melakukan pengangkatan untuk membantu kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

"Sekolah-sekolah itu mengangkat guru pengganti, nah itulah yang dinamakan guru honor. Jadi itu sebetulnya guru-guru yang diangkat oleh kepala sekolah," kata dia.

Baca juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

"Jadi secara struktural memang tidak memiliki hierarki dengan instansi terkait, jadi itu karena memang diangkat oleh kepala sekolah, jadi memang yang harus bertanggungjawab atas yang bersangkutan itu, ya kepala sekolah masing-masing," tutupnya.