Kontak Perkasa | 70% Wilayahnya Lautan, Kok Indonesia Masih Impor Ikan?

Kontak Perkasa | Gempa Susulan Masih Terasa di Sembalun NTB

Gempa Susulan Masih Terasa di Sembalun NTB

Kontak Perkasa - Gempa kembali terasa kuat di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga berlarian ke luar gedung.

Pantauan detikcom di kantor Kecamatan Sembalun, gempa susulan itu terjadi pada Senin (30/7/2018) sekitar pukul 00.42 Wita. Warga berteriak dan menyelamatkan diri keluar kantor.

"Gempa!" ujar salah seorang warga sambil berlari.

Gempa hanya terasa beberapa detik. Belum ada penjelasan resmi mengenai getaran yang dirasakan warga itu.

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Sebelumnya, gempa 6,4 SR mengguncang sejumlah kawasan di NTB, Minggu (29/7) pagi. Sejauh ini 17 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian itu.

Adapun di Jakarta, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG), M Sadly, mengatakan hingga pukul 23.00 WIB, terlah terjadi 213 kali gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat. BMKG menilai gempa itu tidak berpotensi tsunami.

"Ada 213 gempa susulan. Artinya gempa susulan bisa dikatakan orang panik banyak tapi dari sisi kaidah ilmiah itu suatu penting untuk pelepasan energi bahkan kalau nggak lepas energinya jadi bahaya," kata Sadly kepada wartawan di kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sadly mengatakan intensitas kekuatan gempa susulan itu terus menurun dan tidak lebih kuat dari gempa awalnya. Ia mengataka jika BMKG memerlukan waktu sekitar tiga hari untuk menentukan apakah gempa itu sudah selesai atau masih ada gempa lanjutan.

Selain itu, sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita mengatakan gempa yang terjadi di Lombok sampai sekitar pukul 21.00 WIB sudah terjadi sebanyak 203 kali. Gempa itu pun diperkirakan tidak berpotensi terjadinya tsunami.

Baca juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

"Gempa yang terjadi di Lombok pagi tadi tidak berpotensi tsunami. Gerhana bulan tidak bersangkutan dengan gempa bumi tersebut," kata Kepala BMKG Dwikorita melalui video conference di kantor BMKG.

Sebelumnya, Gempa 6,4 SR yang berlangsung pagi tadi dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali. Berdasarkan informasi terakhir, jumlah korban jiwa mencapai 17 orang.