Kontak Perkasa | 70% Wilayahnya Lautan, Kok Indonesia Masih Impor Ikan?

Kontak Perkasa | Tol Pertama Kalimantan Ditargetkan Beroperasi Awal 2019

Tol Pertama Kalimantan Ditargetkan Beroperasi Awal 2019

Kontak Perkasa - Pengerjaan proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan ditargetkan rampung pada akhir 2018. Saat ini progres konstruksi tol pertama di Kalimantan tersebut sudah mencapai 61,9%.

Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi mengatakan bila pengerjaan konstruksi dapat selesai sesuai target, maka diharapkan pada awal 2019 tol Balikpapan-Samarinda bisa mulai beroperasi.

"Jadi kita usahakan pada awal 2019 sudah bisa dipakai masyarakat," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Saragi menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR akan melakukan uji kelayakan setelah konstruksi tol selesai dikerjakan. Nantinya, uji kelayakan tersebut dilakukan kurang lebih selama 3 bulan lamanya.

"Jadi kan ada uji kelaikan dari BPJT, jadi kalau Desember 2018 ini bisa selesai kemudian bisa dinilai uji kelaikan sekitar 1-3 bulan," jelasnya.

Lebih dari itu dia mengatakan, bahwa pembangunan tol Balikpapan-Samarinda dikerjakan secara paralel. Dia bilang, beberapa ruas tol sudah mulai banyak yang tersambung.

"Jadi yang di Seksi 3 sudah hampir kelar, lalu di Seksi 2 juga sudah hampir setengahnya, kemudian di Seksi 4 sebagian simpang susunnya juga sedang kita kerjakan," katanya.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sendiri terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 mulai dari km 13 hingga Samboja sepanjang 21,95 km. Kemudian Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,05 km.

Baca juga : 2018, Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka

Kemudian Seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran 18,20 km, Seksi 4 dari Palaran hingga Samarinda sepanjang 17,15 km dan Seksi 5 dari km 13 Balikpapan hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 km.

Sementara untuk pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 dan 5 yang menggunakan skema Viability Gap Fund sepanjang 33,11 km sedangkan ruas investasi yang dikelola oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda terdiri dari Seksi 2, 3, dan 4 dengan total sepanjang 66,23 km.