Kontak Perkasa | Beras dan Jagung Bakal Jadi 'Cobaan' Inflasi Tahun Ini

Beras dan Jagung Bakal Jadi 'Cobaan' Inflasi Tahun Ini 

Kontak Perkasa - Pemerintah memperkirakan tantangan utama dalam menjaga tingkat kenaikan harga atau inflasi pada tahun ini masih akan berasal dari kelompok bahan pangan yang bergejolak, di antaranya beras dan jagung. Untuk itu, sejumlah strategi telah disiapkan guna menjaga inflasi tetap sesuai target di kisaran 3,5 persen.

"Tantangannya masih sama, pengendalian harga pangan khususnya beras dan jagung," ujar Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (29/1).

Baca juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan pihaknya dan pemerintah bakal mengendalikan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food pada kisaran 4-5 persen. Ini menjadi strategi pertama BI dan pemerintah dalam mengendalikan inflasi secara keseluruhan.

"Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama 4K terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," kata Agusman.

Strategi kedua, memperkuat pelaksanaan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021 yang didukung pelaksanaan Peta Jalan Pengendalian Inflasi di tingkat provinsi. Melalui peta jalan tersebut, prioritas akan ditujukan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang.

Sementara strategi ketiga bakal dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan rapat koordinasi pengendalian inflasi.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi panjang tahun lalu sebesar 3,13 persen, lebih rendah dibanding 2017 sebesar 3,61 persen. Secara umum, inflasi pada tahun 2018 didorong oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonnsubsidi, biaya transportasi dan perumahan, dan sejumlah harga pangan terutama beras.