Kontak Perkasa | Jumlah Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Harus Turun

Kontak Perkasa | Debat Pilpres Dinilai Berpotensi Tak Menarik

Debat Pilpres Dinilai Berpotensi Tak Menarik

Kontak Perkasa - Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai debat Pemilihan Presiden 2019 berpotensi tidak menarik untuk disaksikan.

Hal itu dikarenakan berbagai batasan-batasan yang ditetapkan dalam debat tersebut, mulai dari adanya kisi-kisi hingga tak adanya pertanyaan secara spesifik mengenai kasus-kasus tertentu.

Zuhro mengibaratkan pada debat pilpres kali ini, para peserta dan panelis menggunakan kacamata kuda, sehingga pandangan dalam membahas topik yang didiskusikan menjadi terbatas.

"Itu namanya, kisi-kisi itu pagar-pagar. Artinya kayak dikasih kacamata kuda, itu enggak asyik menurut saya," ujar Zuhro saat ditemui di sebuah acara diskusi di kawasan Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Sebelumnya, ahli hukum dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) sekaligus salah satu panelis, Bivitri Susanti, mengatakan, para panelis tidak akan mengajukan pertanyaan spesifik terkait kasus hukum, HAM, korupsi dan terorisme, pada debat pertama.

Padahal menurut Zuhro, akan lebih asyik jika debat mengalir begitu saja. Seharusnya, kata Zuhro, calon pemimpin dibiarkan menjabarkan segala sesuatunya dari segi positif maupun negatifnya.

Ia pun mencontohkan kasus serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, yang seharusnya bisa dijelaskan oleh Jokowi sebagai petahana.

Jokowi, kata Zuhro, mestinya dapat menerangkan yang telah dilakukannya dan kendala dalam menangani kasus Novel.

"Kalau Pak Jokowi kan sudah pemimpin, mencalonkan kembali, 'Ini loh kehebatan saya, saya sudah mimpin, ini oke, ini ada wujudnya, di sini kita kurang, ini kendalanya', kan asyik," jelas Zuhro.

Dengan begitu, ciri khas dari masing-masing calon pemimpin akan terlihat oleh publik. Namun, jika terlalu banyak pagar-pagar yang ditancapkan, Siti menilai itu sebagai bentuk pembodohan publik.

"Saya lebih seneng orang gentle. Jangan ini di-block, itu di-block, itu pembodohan," tutur dia.

Menurutnya, hal itu juga memiliki dampak negatif terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan akhirnya berpotensi membuat masyarakat menjadi tak tertarik untuk menyaksikan debat tersebut.

Debat perdana Pilpres 2019 yang digelar KPU pada Kamis, 17 Januari 2019 akan dibagi ke dalam enam segmen. Tema yang akan dibahas terkait korupsi, HAM, penegakan hukum, dan terorisme.