Kontak Perkasa | MRT Jakarta Bikin Blok M Plaza Bangkit Lagi

MRT Jakarta Bikin Blok M Plaza Bangkit Lagi

Kontak Perkasa - Moda raya terpadu (MRT) Jakarta resmi beroperasi pada April 2019 ini. Transportasi massal ini terintegrasi dengan gedung-gedung yang dilaluinya. Salah satunya dengan Mal Blok M Plaza.

Kondisi ini membuat Blok M Plaza yang tadinya sepi, bisa menjadi lebih ramai pengunjung seperti masa kejayaannya.

Sejak pagi hari beberapa pengunjung sudah terlihat keluar-masuk stasiun-Mal Blok M Plaza. Ada anak sekolah, orang tua, anak dan ibu, serta karyawan. Padahal, Mal Blok M Plaza baru saja dibuka.

Terhubungnya dengan stasiun MRT ini seperti memberi daya tarik bagi Mal Blok M Plaza. Beberapa pengunjung yang datang bahkan mengaku ada yang sengaja naik MRT dari Bundaran HI menuju pusat perbelanjaan ini.

Semakin siang, jumlah pengunjung yang datang dari stasiun MRT juga semakin banyak. Blok M Plaza seperti bangkit dari mati suri karena MRT Jakarta.

Adanya akses stasiun MRT membuat pengunjung Mal Blok M Plaza meroket, bahkan bisa mencapai hingga 100%.

Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Stefanus Ridwan mengatakan kehadiran MRT Jakarta ini sangat berdampak terhadap jumlah pengunjung Blok M Plaza. Pakuwon Jati sendiri merupakan pengelola dari pusat perbelanjaan tersebut.

"Saya kira kehadiran MRT Penting banget ya. (Pengunjung) Nambahnya signifikan banget," kata Ridwan kepada detikFinance.

Baca juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Ridwan memperkirakan, Blok M Plaza bisa mengalami peningkatan pengunjung hingga 100% dengan hadirnya MRT. Dia bilang, pengunjung bisa yang datang bisa mencapai 35.000 per hari untuk ke depannya.

"Mungkin nambahnya 100% itu. Saya kira bisa 35.000-an per hari. Saya kira nanti kita akan mengarah ke sana. Mungkin dalam 1-2 bulan ini setelah renovasi selesai semua," ujarnya.

Saat ini sendiri Ridwan mengatakan bahwa jumlah pengunjung sekitar 25.000 per hari. Dia bilang, walau masih dalam tahap renovasi, namun jumlah pengunjung sudah meningkat dari sebelumnya yang 15.000 per hari.

Dii siang hari pengunjung Mal Blok M Plaza semakin ramai. Apalagi, lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut langsung tersambung dengan stasiun MRT.

Pengunjung, kebanyakan karyawan, datang ke Blok M Plaza untuk makan siang, sekaligus naik MRT. Seperti yang dilakukan oleh Indra bersama kawan-kawannya.

"Iya sudah ada MRT jadi lebih gampang ke sini. Jam istirahat sambil cari makan siang kan," kata Indra yang seorang karyawan swasta saat berbincang dengan detikFinance.

Selain karyawan, ada juga beberapa pengunjung sekeluarga yang datang ke Mal Blok M Plaza naik MRT untuk makan siang. Sesekali mereka juga berpose dan berfoto di pintu masuk stasiun MRT yang ada di dalam mal. Contohnya Indri.

"Saya lagi jalan-jalan sama teman, sama anak juga ini. Kita iseng saja naik MRT, jalan-jalan ke sini sambil makan," kata Indri.

Meningkatnya jumlah pengunjung mal saat jam makan siang pun juga diakui oleh pihak pengelola, yakni PT Pakuwon Jati Tbk. Presiden Direktur Pakuwon Jati Stefanus Ridwan mengatakan, jam makan siang menjadi waktu yang paling ramai. Terlebih dengan sudah adanya MRT Jakarta.

"Jadi kalau kita lihat dengan adanya MRT, kemudahan dicapai kan gampang. Makan siang enak. Jadi nggak buang-buang waktu dan yang pasti nggak terlambat," katanya.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan bahwa kondisi seperti itu juga dapat terjadi di tempat-tempat lain yang dilalui oleh rute MRT. Meski, ia belum bisa merinci tempat mana saja yang bisa bangkit seperti Blok M Plaza.

Baca juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

"Kalau identify satu-satu belum. Tapi secara umum impactnya juga akan terjadi juga. Jadi bisa di lokasi lain juga. Karena semua moda transportasi ini idenya adalah mengintegrasikan semuanya," kata Ferry.

Ferry mengatakan, kawasan Blok M sendiri memang telah menjadi salah satu pusat berkumpulnya masyarakat alias daerah terkonsentrasi. Karenanya, Blok M diperkirakan akan menjadi salah satu stasiun MRT yang paling favorit.

"Itu kan akan terjadi konsentrasi massa di titik sekitar stasiun, dan Blok M kan akan jadi salah satu yang, mungkin akan jadi favorit. Karena sudah terbentuk populasinya, populasi di situ sudah terkonsentrasi," kata Ferry.

Dengan kehadiran MRT ini, Ferry menjelaskan, tempat-tempat lain juga bisa menjadi daerah terkonsentrasi seperti Blok M nantinya.

"Artinya impact itu, kalau Blok M memang sudah terjadi konsentrasi, tapi kalau daerah-daerah lain yang tadinya bukan tempat konsentrasi massa, itu juga jadi daerah konsentrasi baru," ujarnya.