Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa RI Tinggal US$137,1 M

Aliran Modal Asing Seret, Rupiah Melemah ke Rp14.420

 Aliran Modal Asing Seret, Rupiah Melemah ke Rp14.420

Kontak Perkasa Futures - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.420 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (17/3) pagi. Posisi tersebut melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan Selasa (27/11) sore di level Rp14.410 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,13 persen, dolar Singapura melemah 0,10 persen, dolar Taiwan melemah 0,08 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,29 persen.

Kemudian, rupee India melemah 0,10 persen, yuan China melemah 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,10 persen. Hanya peso Filipina yang menguat 0,04 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,06 persen dan dolar Australia menguat 0,21 persen. Sebaliknya dolar Kanada melemah 0,06 persen dan franc Swiss melemah 0,16 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan arus modal asing yang masih seret ke dalam negeri membuat rupiah bergerak melemah.


Sejak akhir 2020 hingga kemarin, rupiah telah melemah 2,53 persen di hadapan dolar AS. "Rupiah jadi salah satu mata uang terlemah di Asia karena pandangan investor yang sedang fokus ke obligasi pemerintah AS," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Padahal secara fundamental, ekonomi Indonesia tidak terlampau buruk. Pada dua kuartal terakhir 2020, transaksi berjalan (current account) berhasil membukukan surplus, sesuatu yang tidak pernah terjadi sejak 2011.

Artinya, pasokan devisa di perekonomian nasional sudah memadai karena neraca perdagangan barang dan jasa tidak minus lagi. "Rupiah tidak terlampau tergantung oleh pasokan valas dari investasi portofolio di sektor keuangan (hot money)," imbuhnya.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Ia bahkan menyebut pada kuartal I-2021, bukan tidak mungkin transaksi berjalan kembali surplus. Soalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang mencatat surplus dalam dua bulan pertama 2021. Ini membuat peluang surplus transaksi berjalan tidak bisa dikesampingkan.

"Namun, sentimen negatif datang dari luar Negeri membuat rupiah semakin tidak berdaya. Range pergerakan rupiah hari ini Rp14.320 - 14.470 per dolar AS," pungkasnya.